Sunday, October 11, 2009

Kesian Kak Long...


Akhir zaman


Demonstrasi oleh para ultraman kerana mereka juga
diharamkan bertopeng.

Yang mana satu boleh buat bini?
(yang aku maksudkan antara yang berpurdah dengan yang telanjang tuh... jangan korang tunjuk makcik yang kanan sekali pakai baju putih tu pulak...)

Adab Masjid


Sebidang tanah di bumi ini yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah-rumah-Nya (masjid) yang di dalamnya ditegakkan ibadah kepada-Nya dan Dia di Esakan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang".
( An Nur : 36) .

Maksud ayat ini bahwa Dia Yang Maha Tinggi memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar menjaga dan membersihkan masjid dari kotoran, permainan, perkataan dan perbuatan yang tidak patut dilakukan di dalamnya. Sebagaimana yang dikatakan Ali bin Abi Tholhah dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu dan para ulama ahli tafsir yang lainnya tentang ayat ini bahwa Allah melarang melakukan sesuatu yang sia-sia di dalamnya .

Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua, bahwa masjid dibangun dengan tujuan digunakan sebagai tempat berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, solat, menyampaikan ilmu agama, mengadakan pembicaraan yang baik dan yang seumpamanya.

Oleh kerana itu bagi setiap muslim perlu untuk memuliakan rumah-rumah Allah dengan menjaga adab-adab ketika hendak memasukinya dan ketika di dalamnya. Di antara adab hendak masuk masjid dan ketika berada di dalamnya sebagaimana dianjurkan di dalam agama kita adalah :

1. Membersihkan mulutnya dari bau yang tidak sedap ketika hendak mendatangi masjid .
Disebutkan di dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Salallahu ‘alahi wa sallam beliau bersabda:

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
" Siapa yang makan bawang merah, bawang putih atau bawang bakung (jering, petai dan selainnya), maka sungguh janganlah dia mendekat masjid kami, karena malaikat terganggu dengan apa manusia terganggu dengannya”.

2. Membaca selawat atas nabi dan berdoa ketika hendak masuk ketika telah sampai pada pintunya.
Disebutkan dalam Sunan Abu Dawud dan disahihkan Al Imam Ibnu Hibban dari sahabat Abu Humaid atau Abu Usaid Al Anshory, berkata: Rasulullah Salallahu ‘alahi wa sallam bersabda :

“Jika seseorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia membaca sholawat atas nabinya, kemudian hendaknya dia berkata :
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
"Ya Allah ya Tuhan kami, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku " .

Kemudian ketika keluar membaca :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
"Ya Allah ya Tuhan kami , sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dari keutamaan -Mu".
Atau membaca doa-doa yang terdapat di dalam hadits-hadits sahih yang lainnya .

3. Ketika masuk mendahulukan kaki kanan, di kerana bagian kanan itu untuk sesuatu yang mulia , sedangkan ketika keluar melangkahkan kaki kiri, dalam rangka memuliakan yang kanan.

Al Imam Bukhari dan Muslim telah mengeluarkan di dalam " Sahih Keduanya " , dari Aisyah rodhiallahu anha, dia berkata :
يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ كَانَ النَّبِيُّ
"Bahawasanya Nabi  suka mendahulukan bagian yang kanan ketika memakai sandal, bersikat, bersuci dan dalam semua urusannya (yang mulia) " .

4. Menunaikan hak masjid yaitu melakukan solat dua rakaat sebelum duduk (solat tahiyatul masjid) di dalam masjid.
Disebutkan di dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Qatadah bin Rib'i Al-Anshory radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Salallahu ‘alahi wa sallam bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
"Jika seseorang dari kalian masuk masjid maka janganlah dia duduk (di dalamnya) sehingga dia melakukan solat dua rakaat ".

Al Imam Ibnu Hibban telah meriwayatkannya di dalam "Sahihnya" dari sahabat Abu Dzar radhiallahu ‘anhu bahwa dirinya telah masuk masjid (dan dia duduk sebelum solat),
maka Nabi Salallahu ‘alahi wa sallam berkata kepadanya :
’Apakah kamu telah melakukan solat dua rakaat ?’
Dia berkata : belum , maka baginda katakan :‘berdirilah kamu dan sholatlah dua rakaat ‘" .

5. Tidak mengumumkan barang yang hilang di dalamnya .
Al-Imam Ahmad, Muslim dan selain dari keduanya telah meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu.

مَنْ سَمِعَ رَجُلًا يَنْشُدُ ضَالَّةً فِي الْمَسْجِدِ فَلْيَقُلْ لَا رَدَّهَا اللَّهُ عَلَيْكَ فَإِنَّ الْمَسَاجِدَ لَمْ تُبْنَ لِهَذَا
"Barang siapa yang mendengar seseorang sedang mencari barang yang hilang di dalam masjid , maka hendaklah dia berkata : Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu, sesungguhnya masjid-masjid itu tidaklah dibangun untuk demikian ini " .

6. Tidak melakukan jual beli di dalamnya .
Disebutkan di dalam hadits yang telah diriwayatkan Al Imam Tirmidzi, Nasai dan selain keduanya, juga disahihkan oleh Al Imam Ibnu Khuzaimah dan Hakim dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam
bersabda :

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ ...الحديث.
"Jika kalian melihat seseorang menjual atau membeli sesuatu di dalam masjid, maka katakanlah Semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada perdaganganmu… " .

Jual beli secara syar’i adalah tukar menukar barang dengan suka rela di atas sisi yang disyariatkan, maka jual beli itu ada empat macam:
  • Barang dijual (ditukar) dengan barang .
  • Barang dijual dengan mata uang .
  • Mata uang dijual dengan mata uang (tukar menukar uang) baik yang sejenis seperti ringgit dengan ringgit atau yang tidak sejenis seperti ringgit dengan dolar.
  • Manfaat dengan harta ( jual jasa) .

Segala sesuatu yang tergolong dalam makna jual beli secara syar’i dan dilakukan di dalam masjid maka dia telah melakukan pelanggaran di dalamnya sehingga berhak didoakan kerugian sebagaimana yang ditunjukkan di dalam hadits ini , dan sebagian ulama memakruhkan memberikan pelajaran untuk anak-anak (juga dewasa) di dalam masjid yang ditetapkan upah di dalamnya karena tergolong dalam jual beli .

7. Tidak melakukan pekerjaan yang manfaatnya kembali kepada pribadi seseorang, sedangkan jika manfaatnya kembali kepada keumuman agama kaum muslimin seperti berlatih menggunakan pedang, mempersiapkan alat-alat perang untuk berjihad dan yang lainnya yang tidak mengandung makna penghinaan bagi masjid, maka tidak mengapa .

Di dalam "Shahih Bukhari dan Muslim" dari Aisyah radhiallahu anha , dia berkata :
“Sungguh aku melihat Rasulullah Salallahu ‘alahi wa sallam pada suatu hari di pintu bilikku, sedangkan kaum muslimin Habasyah sedang bermain-main tombak (berlatih menggunakannya) di dalam masjid , sementara Rasulullah Shlallahu ‘alahi wa sallam menutupi aku dengan pakaiannya, maka aku melihat permainan mereka”.

Di dalam salah satu lafadznya Umar masuk lalu merendahkan badannya untuk mengambil kerikil, maka kerikil itu dilemparkannya kepada mereka, kemudian beliau Salallahu ‘alahi wa sallam berkata : "Biarkan wahai Umar " .

8. Tidak mengeraskan suara ketika berbicara
Di dalam " Sahih Bukhari " dari sahabat Sa'ib bin Yazid radhiallahu ‘anhu, dia berkata : Aku pernah berdiri di dalam masjid , maka ada seseorang yang telah melempar kerikil kepadaku, lalu aku perhatikan orangnya ternyata dia adalah Umar bin Khathab, maka dia berkata: “datangilah dua orang itu kemudian bawalah mereka kepadaku”, lalu aku mendatanginya dengan dua orang itu , dan dia berkata: “Siapa kalian ini atau dari mana kalian berdua ini ?”, maka keduanya berkata :dari Thaif, lalu dia (Umar) berkata : “Kalau kalian berdua dari penduduk negeri (Madinah) ini tentu aku cambuk kalian, karena kalian telah mengeraskan suara di masjid Rasulullah Salallahu ‘alahi wa sallam” .

*Sebagian ulama membolehkan mengeraskan suara dalam pembicaraan ilmu (agama) dan selainnya yang diperlukan kaum muslimin karena ia adalah tempat berkumpulnya mereka yang terkadang harus melakukannya .

9. Tidak membaca syair-syair yang mengandung makna syirik dan mungkar, sedangkan jika mengandung makna yang benar seperti makna tauhid dan ketaatan tidaklah terlarang selama tidak menjadikan orang lain yang ada di masjid tersibukkan dengannya dari ibadahnya.
Terdapat di dalam "Shahih Bukhari dan Muslim", dari sahabat Abu Hurairah bahwasanya Umar berjalan melewati Hasan bin Tsabit sedang mendendangkan syair-syair di dalam masjid , maka Umar mengarahkan perhatian kepadanya dengan tidak suka , maka Hasan berkata :“Sungguh aku pernah mendendangkan syair (di dalam masjid) dan di dalamnya ada seseorang yang lebih baik dari engkau (yaitu Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam)”

10. Tidak duduk melingkar di dalamnya sebelum ditegakkannya solat jumat walaupun untuk mempelajari ilmu (agama), kerana akan memutus saf-saf kaum muslimin dan disamping itu mereka diperintahkan untuk berkumpul lebih awal pada hari jum'at dan merapatkan saf yang di depan dan seterusnya .

Terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan Al Imam Ibnu Khuzaimah di dalam "Sahihnya" , dan Tirmidzi di dalam "Sunannya" dan dia menghasankannya dari Amer bin Syu'aib dari bapaknya dari datuknya, dari Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam :

أَنَّهُ نَهي أَنْ يَتَحَلَّقَ النَّاسُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَبْلَ الصَّلَاةِ
"…. Sesungguhnya beliau melarang manusia duduk melingkar (di dalam masjid) pada hari jum'at sebelum sholat (jum'at) " .

11. Tidur di dalam masjid dibolehkan baik laki-laki maupun perempuan, terlebih lagi bagi para musafir dan orang yang tidak memiliki rumah atau karena ada hajat .
Terdapat di dalam "Shahih Bukhari" dan selainnya bahwa Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu tidur di masjid Nabi Salallahu ‘alahi wa sallam di masa beliau ketika dirinya masih muda sebelum berkeluarga .

Al Imam Bukhari menyebutkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
, dia berkata : Sungguh aku melihat tujuh puluh ahli suffah – yaitu para sahabat yang fakir - (tidur di masjid Nabi), tidak ada dari mereka yang memiliki rida (pakaian bagian atas badan) , sebaliknya di antara mereka ada yang memiliki kain penutup badan saja , atau satu helai pakaian saja, kain itu mereka ikatkan pada leher-leher mereka, maka di antara pakaian itu ada yang naik sampai pertengahan kedua betisnya, dan di antaranya ada yang naik sampai kedua mata kakinya , lalu dia rapatkan dengan tangannya kerana tidak suka auratnya terbuka .

Wahai saudaraku muslimin hiasilah diri engkau dengan adab dan akhlak yang mulia di manapun berada terlebih lagi ketika di dalam masjid, pakailah masjid itu hanya sebagai tempat zikir (beribadah) kepada Allah, janganlah dijadikan sebagai tempat bermain, berdagang, tempat duduk-duduk, dan sebagai jalan tanpa ada sebab, janganlah engkau berikan bahgian (ibadah) itu untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalamnya .

Dia Yang Maha Suci berfirman :
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah " . (QS Al-Jin :18).

Seseorang yang menegakkan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya niscaya dia meraih keberuntungan di dunia dan di akhirat kelak .
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
"Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar".(QS Al-Ahzab:71).

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ(7)جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِي رَبَّهُ(8َ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya".(QS Al Bayyinah: 7-8).

Wallahu a’lam Bish-Shawab...

Maraji :
1. Tafsir Al-Imam Qurtubi.
2. Tafsir Al-Imam Ibnu Katsir.
3.Shahih Bukhari dengan syarah Fathul Bari, Al-Hafidz Ibnu Hajar.
4. Shahih Muslim dengan syarah Al-Imam Nawawi.
5.Sunan Tirmidzi dengan syarah Tuhwatul Ahwadzi, Al Mubarokfury Abul 'Ala.
6. Sunan Nasa'i dengan Hasyiyah As-Sindi.
7. Sunan Abu Dawud dengan syarah Aunul Ma'bud, Muhamad Syamsul Hak Al-Abadi.
8. Shahih Al-Imam Ibnu Huzaimah.
9. Al-Mustadrok Al-Imam Hakim.
10. Subulus Salam Syarah Bulughul Marom, Al-Imam Son'ani .
11.At-Tuhfatul Kirom Ta'lik Bulughul Marom , Sofiyurrohman Al Mubarokfuri .
12. Syarah Kitab Al Buyu' , Syaikh Abdurrohman Al Mar'i Al -Adani Al- Yamani.

sumber; http://www.facebook.com/home.php#/topic.php?uid=147743762948&topic=23314

Saturday, October 10, 2009

Haramkan...


Haramkan kilang arak! Setuju...

Haramkan pusat judi! Setuju...

Haramkan aktiviti riba! Setuju...

Haramkan ternak babi! Setuju...

Haramkan rasuah! Setuju...

Haramkan zina! Setuju...

...memanglah setuju sebab semua tu dah diharamkan oleh Allah...

Haramkan purdah! Setuju jugok.. guano mu weh...

Mereka memperjuangkan ini di barat.

...aku nak tambah satu lagi...

Haramkan trim janggut kurang segenggam! Setuju tak?

Ada rupa pengganas ke?


...kwang, kwang, kwang...

Tuesday, October 06, 2009

Musim Orang Kahwin


Huh.. lepas-lepas raya ni ramai la yang nak berkahwin..
Kahwin tu kan salah satu dari sunah Nabi SAW.

Dulu aku ada sorang kawan yang kahwin bila umur dah 30 tahun. Selang beberapa bulan lepas kahwin aku terjumpa la mamat ni dan tanya; "Amacam kawen? Ok?"

Dia kata; "Menyesal..."

Aku tanya: "Apa problem?"

Dia jawab; "Menyesal.. kawen lambat.."

Laaaa..

Aku nak cerita sikit.. Korang tau tak bersanding tu HARAM dalam Islam? Tau x pe.. Aku dulu kahwin masa umur 22 tahun. Walaupun masa tu aku berada di zaman jahiliyah, tapi aku tau bersanding tu haram. Jadi aku awal-awal dah sound kat bakal isteri aku (yang dah jadi isteri aku sekarang ni), aku tak nak naik pelamin! Lepas tu tak payah berkompang-kompang..

Satu; sebab hukum bersanding tu haram. Dua; sebab tak rock la bersanding.. Aku memang leceh la bab-bab protokol ni. Tu pun nasib baik aku nak pakai baju songket sewa tu. Kalau boleh baju melayu ngan jeans aje..

Bila sampai kat rumah pompuan, aku diarak dari tepi jalan sampai kat depan rumah. Ok lah, x de kompang. Sunyi sepi je.. Lepas tu isteri aku keluar, jalan cat walk sampai kat aku. Pegang tangan dan sama-sama diarak masuk dalam rumah pompuan. Aku rasa macam bodo je! (memang bodo pun..) Apa la punya adat. Kan elok lepas nikah, aku jemput korang makan, korang datang makan, salam-salam, borak-borak, korang blah, aku teruskan tanggungjawab aku..

Cerita tak habis lagi..

Bila masuk dalam rumah aku tengok ada pelamin! Suhu otak aku naik.. tapi aku kontrol hensem. Nasib baik aku tak cabut keris yang ada kat samping aku dan mengamuk macam Hang Jebat..

Pelan-pelan aku sound kat pengapit aku; "Tolong alihkan kerusi.."

Kesudahan ceritanya aku duduk bersila dan isteri aku duduk bersimpuh atas pelamin.. Puas hati aku!

Habis cerita aku..

Hal Bersanding

1. Definisi Persandingan: meletakkan suami-isteri yang baru dinikahkan di atas penganjangan (pelamin) dengan berhias indah, berpakaian lengkap, dikipas oleh dua jurukipas dan ditonton oleh orang ramai atau orang tertentu sahaja.

2. Tujuan: antara tujuan utama persandingan ialah untuk ditonton, menjadi kenangan bersejarah, meraikan peluang seumur hidup dan menghayati adat dan budaya nenek moyang.

3. Sejarah: ada dua teori dalam menjelaskan dari mana asalnya persandingan dalam adat Melayu.
Pertama: bahawa persandingan adalah adat resam Melayu tulen. Ini kerana istilah raja sehari itu persis kepada adat istiadat Melayu yang berpaksikan raja (HM Sidin, Adat Resam Melayu, PAP, 1964)

Kedua: Persandingan adalah adat yang diimport dari India. De Jong (Religions in the Malay Archipelago, Oxford Univ. press, 1965) dan Joginder Singh (Tata Rakyat, Longman, 1978) berpendapat ia adalah pengaruh Hindu.

4. Unsur-unsur khurafat dalam persandingan:

(a) Penggunaan beras kunyit pada upacara persandingan ialah bertujuan memberi semangat kepada pengantin berdasarkan kekuningan semangat padi.

(b) Penggunaan jampi mentera untuk menghalau hantu syaitan yang mungkin mengganggu majlis itu.

(c) Berandam: Perbuatan andaman yang berbentuk "li tadlis" mengabui/merubah kecantikan yang sebenar adalah haram. Antaranya yang disebut oleh al-hadis: HR Muslim-Muslim dari Abdullah Ibn Mas'ud: "Allah melaknat wanita yang mencucuk tangan dan menaruh warna (tattoo) dan yang meminta berbuat demikian; wanita-wanita yang menghilangkan bulu kening di muka*, wanita yang mengikir gigi dan menjarangkannya supaya kelihatan cantik yang merubah kejadian Allah." (*pengecualian: membuang bulu yang berupa janggut atau misai atau side-burn.)

5. Berhias untuk dipamerkan (tabarruj): Berhias dengan tujuan untuk dipamerkan kepada orang ramai adalah dilarang. Firman Allah (maksudnya), "Janganlah kamu bertabarruj seperti kelakuan orang zaman jahiliah dahulu." (Al-Ahzab: 33)

6. Mengadakan kenduri walimah secara besar-besaran: Hukum sebenar kenduri kahwin ialah sunat sahaja sebagaimana sabda baginda: "Adakanlah kenduri kahwin walaupun hanya dengan seekor kambing."

Islam mencela amalan boros: "Janganlah kamu membazir secara melampau." (Maksud al-Isra': 26)

7. Menjadikan hadiah atau pemberian wang sebagai satu kemestian: Ini berlawanan dengan roh Islam Firman Allah," Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya." (al Baqarah: 286)

8. Mas kahwin dan hantaran yang mahal: Inilah adalah sunah Rasul saw: "Wanita yang paling berkat ialah wanita yang paling murah hantarannya." (HR Ahmad, al-Hakim dan Baihaqi)

Demi meraikan adat: Islam membenarkan persandingan dengan meletakkan syarat:

1. Jika ia disandingkan secara tertutup (di hadapan muhrim atau keluarga terdekat) dan kanak-kanak yang belum mengerti tentang aurat.

2. Jika ingin melakukan secara terbuka diharuskan jika bertujuan iklan dan memperkenalkan mempelai kepada para jemputan dan kaum keluarga dengan syarat kesemua pihak baik pengantin dan para jemputan semua menutup aurat kecuali perhiasan yang biasa dilihat.

Dalam soal upacara bersanding, telah sepakat ulama mutaakhirin bahawa hukum bersanding itu adalah “HARAM”. Walau bagaimanapun para ulama berbeza-beza di dalam mengutarakan sebab atau mengapa bersanding itu haram.

Ada ulama mengatakan sebab bersanding itu haram kerana pekerjaan tersebut adalah merupakan satu pekerjaan bidaah (satu perkara yang diada-adakan) iaitu pekerjaan yang tidak pernah dilakukan di zaman Rasulullah saw mahupun di zaman para sahabat.

Firman Allah swt yang bermaksud: “Dan kerjakanlah segala apa yang didatang Rasul, serta hentikanlah segala apa yang dilarangnya.”

Dalam pada itu, ada juga pendapat ulama mengatakan bahawa bersanding itu haram disebabkan terdapat beberapa perbuatan yang melanggar batas-batas syarak seperti pakaian yang mendedahkan aurat, percampuran antara lelaki dan wanita yang bukan muhram, pembaziran, memakai bau-bauan dan sebagainya.

Perbelanjaan untuk membuat pelamin sekurang-kurangnya ratusan ringgit, bahkan adakalanya sehingga ribuan ringgit dihabiskan. Ini merupakan pekerjaan yang membazir.

Firman Allah swt yang bermaksud: “Sesungguhnya pembazir-pembazir itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat kufur kepada Tuhannya.”

Pendedahan aurat berlaku berleluasa di majlis tersebut, terutamanya pengantin perempuan. Rasulullah saw bersabda: “Ada empat golongan perempuan di dalam neraka; Perempuan yang tidak menutup dirinya (auratnya) daripada lelaki bukan muhram dan keluar daripada rumahnya dengan melawa-lawa;…… perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat demikian ini adalah dilaknat, menjadi ahli neraka kecuali mereka bertaubat.”

Sebuah hadis Rasulullah saw lagi:
“Mana-mana perempuan yang memakai bau-bauan kemudian ia keluar lantas melintasi suatu kaum lelaki (bukan muhram) agar mereka tercium bau harumnya, maka ia adalah penzina, dan tiap-tiap mata yang memandang itu zina.”

Manakala ulama lain pula berpendapat bersanding merupakan satu yang jelas haram kerana ia adalah warisan, ikutan dari amalan masyarakat Hindu dari zaman berzaman. Sedangkan kita umat Islam adalah dilarang untuk mengikut amalan orang kafir. Islam menyuruh umatnya menjadi satu umat yang berbeza dari lain-lain umat samada dalam adatnya, dalam iktiqadnya, dalam pakaiannya dan lain-lain.

Sabda Rasulullah S.A.W, maksudnya: “Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum dia termasuk dalam golongan mereka”. (Hadis sahih riwayat Abu Dawud).

Dalam hadis lain yang dikeluarkan oleh al-Imam Ahmad, Ibn Umar r.a juga berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat, sehingga (orang-orang bukan Islam) menyembah Allah yang satu, tidak ada sekutu bagi-Nya, dijadikan rezeki dibawah bayangan tombakku, dan dijadikan hina dan rendah bagi sesiapa saja yang berselisihan dengan urusanku. Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum dia termasuk dalam golongan mereka”. (Musnad Ahmad)

Dua hadis di atas jelas menunjukkan kepada kita mengenai larangan Islam kepada umat Islam supaya tidak mencontohi atau meniru adat dan amalan masyarakat yang lain selain dari Islam.

Wallahu a'lam..

Gambar hiasan

Did I miss something?

Wednesday, September 30, 2009

Best Sangat Ke Tengok TV?

Nah.. amik kau. Tengok la puas-puas


Copywrong dari blog Pondok Sang Pencinta dengan sedikit edit.

Raya mmg seronok. Dari kita kecik smpailah ke besar, kita masih seronok beraya. Yelah, time raya la org bandar balik kampung. Berduyun-duyun. Nenek-nenek dan atuk-atuk tua yg kat kampung kita tu, tiba raya sajela kita akan nampak kereta anak-anak dia keliling umah. Sian atuk, jumpa cucu setahun sekali. Time raya gak la org miskin diraikan. Org kaya mula jadi 'pemurah' dan org yg tak cantik jadi cantik yg dibuat-buat.

Org Malaysia kalau beraya mmg hebat! mantap! Sebulan puasa, sebulan raya!

Dulu waktu saya kat rumah seminggu, mmg banyak masa saya tgk TV. Yelah, sbb seminggu kat rumah, ditambah pula dgn hujan yg berterusan kat kampung saya, jadi mmg tak banyak sgt ziarah umh org. Kalau kat sini, sy mmg lgsung tak tgk Tv. Takde Tv. Bila dah jarang tgk Tv, pastu tiba2 kita tengok.. rasa mcm jakun pulak. Yelah, jadi mcm satu kejutan.

Apa yg best kat Tv? Kalau org Eropah, diorg pggil Tv ni sbgai 'idiot box' atau diterjemah kpd bahasa Malaysia, 'kotak bodoh'.

Bagi sy, bukan Tv yg bodoh, tapi org yg kemaruk layan sgt Tv tu yg bodoh. Rancangan kat Tv pun semuanya merapu!! Dari awal pagi hingga lewat malam, mmg susah nak cari program televisyen yg tak merapu. Banyak yg merapu. Adakah ini menunjukkan minda masyarakat kita ni merapu? sbb banyak sgt tgk cerita yg merapu?

Semua org taw sebut aidilfitri, tapi bukan nak faham pun maksudnya.
Kalau tahu pun maksud 'kembali kpd ftrah',org da tak taw fitrah tu mcmane da..
Patutnya raya ni tayangla kisah-kisah yg boleh menambahkan iman, ni banyak tayang rancangan-rancangan yg menghakis pahala puasa sebulan! Rugi pahala puasa sebulan sbb tiba hari raya pertama aja kita dah kmbali buat maksiat. (mungkin saya dan bukan anda)

Kalau ada cerita yg best pulak, mesti masa tayangan dia sama dgn waktu solat. Contohnya,program pasal solat yg ditayangkan jam 7.30mlm. Kan wktu tu org semua kat masjid semayang jemaah? Patutnya tukar la malam sikit.

Kalau ditayangkan movie pulak, mesti movie tu mengarut! Kononnya nak jd pengajaran, tapi mesti diselitkan adegan-adegan yg lucah-lucah hinggakan ada keluar satu scene ustaz rogol bini org. Matlamat tak membenarkan cara! Matlamat kita bagus,nak menyedarkan masyarakat. Tapi,tak perlu la smpai berlakon mcm tu sekali, smpai rogol pun mmg mcm real. Tangkap gmbar mcmane tah...


Patutlah org alim melabelkan Tv ni sbgai peti perosak iman!

Akhirul kalam, bukan sy kata nak stop tgk Tv, tapi pandai-pandailah pilih rancangan yg berfaedah kpd diri kita ni. Adakah kita mahu mati dlm keadaan malaikat maut mencabut nyawa kita semasa kita sedang syok layan bola lalu kita nazak dan mati dpn Tv? atau adakah kita mahu mati ketika sujud dlm solat? Tepuk dada,tanya taqwa...

Ditaip oleh iqbalsyarie pada 5:57 PM

***************************************************************

Aku pun suka tengok tv. Tapi masalahnya;

1) kat rumah aku tak de tv. Tu yang bila time sedara-mara datang rumah aku, diorang jadi mati kutu. (kalau korang banyak kutu kat kepala, eloklah selalu datang rumah aku..)

2) bila aku tengok tv kat mana2 pun.. akhirnya tv tu yang tengok aku.

azharjaafar

Saturday, September 26, 2009

Aidilfitri - Syawal 1430-bhg2

4 Syawal 1430
Anas menggayakan rambut Profesor Klon sebelum beraya di rumah jiran2.
Tengahari aku dikunjungi Fatihah dari Bkt Beruntung & adik dari Puchong.
Petang ke Segambut dan Manjalara.

5 Syawal 1430
Petang ke rumah adik di Puchong dan biras di Bangi.

Mardhiah beraya di rumah Mak Lang nya di Bangi.

Ramainya umat Nabi SAW.

6 Syawal 1430
Tengahari ke rumah Pak Cu di Antara Gapi.
Petangnya Muaz ke rumah Pak Long nya di Rawang.

Bila sepupu dah berjumpa..

70% dari keluarga belah isteri yang dapat dikumpulkan.
*sebenarnya aku nak ambik gambar aku sorang2. Tapi diorang suma2 nak menyelit sebab nak masuk dalam blog...

Wednesday, September 23, 2009

Aidilfitri - Syawal 1430

Salam Aidilfitri dari kami sekeluarga.
Semoga Allah terima kita sebagai pekerja-pekerja agamaNya
untuk jadi asbab hidayat seluruh alam. Amin..

1 Syawal 1430
Takbir malam raya kat rumah mak/abah di jalan 43.
Rumah aku kat jalan 23.
Kepada brader yang duduk kat belah kanan yang nampak tangan
pegang pinggan tu, aku mintak maap sebab tak nampak muka.


Yang kiri sekali tu abah aku.

Anak-anak den..

Lepas solat raya, beraya kat rumah jiran-jiran.

Serangan di rumah biras. Taman sebelah je..

Lepas Asar, balik kampung nenek kat Ulu Yam Lama.
Malam balik Kepong.

2 Syawal 1430
Senyuman Muaz di pagi hari.

Serangan seterusnya ke rumah jiran-jiran.

Lepas Asar balik kampung abah kat Kg Jawa, Kerling.
Orang jawa pakai meja berkaki pendek.

3 Syawal 1430
Muaz dengan senyuman lebih lebar setelah 'collection' duit raya bertambah..

Muaz & Mardhiah.

Lepas Asar ke rumah ipar di Cheras.

Quran dan rehal yang terbiar sepi di masjid aku.
Semoga kemeriahan tilawah Quran di bulan Ramadhan akan bersambung di bulan-bulan yang lain.

Saturday, September 19, 2009

Akhir Ramadhan 1430

Selamat Beraya!

Hari Raya Aidilfitri..
Orang Melayu kat Malaysia puasa sebulan.. jadi raya pun sebulan..

Hati-hati di jalan raya..
Hati-hati makan banyak..
Hati-hati setan dah terlepas..
Hati-hati gaji bulan depan lambat lagi.. heh..

Semoga bertemu di Ramadhan pada tahun-tahun akan datang..
Hati aku menangis..
Ya Allah.. terimalah Ramadhan ku pada tahun ini. Amin..

Aku baru balik dari keluar 10 hari kat Serdang.
Lailatul Qadar??? Wallahua'lam.. ada la tu insyaAllah..
Dengar bayan?
Bayan Akhir Ramadhan 1430

Tuesday, September 08, 2009

Ulang Tahun Nikah Ke 14

Happy 14th Anniversary...!
(Mardhiah 3 tahun & Mu'az 1½ tahun)

Alhamdulillah, hari ni genap 14 tahun aku nikah dengan isteri aku..

Ahhh.. tiba-tiba malas pulak nak taip.. Copy & paste entri tahun lepas je lah..

He.. he..

*************************************************************************************

Kalau ikut tarikh masehi, hari ni ulang tahun aku nikah dengan isteri aku. Kalau ikut kalendar hijrah dah lepas pada 12 Rabiulakhir 1416. Aku nikah pada 08 September 1995 bersamaan dengan hari Jumaat, lepas solat Asar kat masjid Al Faizin, Taman Desa Jaya. Aku ngan isteri dari taman yang sama. Kira kawin dengan orang sekampung la ni.

Ni kad jemputan. Jemputlah datang. Tapi kena naik 'time-machine' la. 'Back to Future' ke, 'Voyager' ke.. dan yang seumpamanya. Kalau naik kereta-kereta biasa ni tak sampai nye..

Biasa la.. Yang kiri tu jemputan ke rumah pompuan, 10 September 1995. Yang kanan tu rumah lelaki, 17 September 1995.

Majlis penyerahan tugas. Berat mata memandang, berat lagi bahu memikul. Antara soalan yang ditanya oleh Pak Imam; 'Kau dah besunat?'

Lepas nikah ada jamuan sikit kat rumah pompuan. Lepas makan semua orang balik termasuk aku. Tu yang aku tak puas hati. Kan aku dah nikah tadi?

Ha.. ni kenduri kat rumah pompuan. Bila kenduri-kendara ni yang sibuk budak-budak dan makcik-makcik. Pakcik-pakcik lepak kat tepi sambil sembang-sembang dan hisap rokok. (gambar isteri aku tu aku purdahkan untuk keselamatan.) Kenduri hari Ahad. Hari Isnin aku bawa isteri aku lari ke Langkawi. Naik bas tu.. dari Puduraya. Jumaat baru balik. Masa tu surat nikah pun tak siap lagi.

Ni kenduri kat rumah aku. Nampak letih sikit. (gambar isteri aku purdahkan sekali lagi.)

*************************************************************************************

Kalau panjang umur, entri ni boleh diguna untuk tahun depan dan tahun-tahun seterusnya...

Kwang.. kwang.. kwang..

Mu'az dengan serban Mewat..

Berlatar belakangkan kain yang belum dilipat oleh Tukang Lipat Diraja

Thursday, September 03, 2009

Entri 13 Ramadhan

Solat witir kat tempat aku. Saf setakat tiang depan aje

Intro; Malam mula2 tu sampai kat tiang belakang ada orang solat witir. Tiap2 malam ada majlis ilmu. Jadi solat tarawih 8 rakaat + witir 3 rakaat. Ada satu ustaz tu kata; "duduk dalam majlis ilmu lebih baik dari 1000 rakaat solat sunat. Jadi tuan2 dah dapat 1008 rakaat sunat..."
(kalau macam tu aku tak payah pergi haji sebab tiap2 hari aku solat israq dapat pahala haji mabrur.. he.. he..)

Entri sebenar;

Subhanallah.. rasa kejap je dah 13 Ramadhan.. macam tak buat apa-apa lagi.. peluang yang Allah bagi sebulan dalam setahun ni masih belum dimanfaatkan sepenuhnya lagi..

Kalau diiklankan kat tv..

Ada satu supermarket besar bagi tawaran.. belilah apa2 barang pun dari kedai dia akan dapat potongan 70%.. siapa saja.. beli apa saja.. tiada had harga..

Tapi promosi tu sebulan aje..

Maka..

Aku dan korang semua (mungkin) akan jadi orang pertama yang menunggu kedai tu bukak.. lepas subuh je.. tak sempat taklim.. tak sempat zikir pagi.. tak sempat solat israk..

Beratur depan kedai.. duit dah withdraw malam tadi lagi.. huh!

Boleh beli barang dapur untuk stok beberapa bulan.. beli baju.. selipar.. kira borong la..

Tapi malangnya (diri aku)..

Allah offer dalam Ramadhan setiap amalan sunat dapat pahala fardhu.. setiap amalan fardhu dapat pahala 70 fardhu.. 10 malam awalnya rahmat (ialah.. nak masuk syurga kan HANYA dengan rahmat Allah..), 10 malam pertengahannya pengampunan (kan aku selalu mengaku banyak dosa..), dan 10 malam akhirnya pelepasan dari neraka (kan selalu doa; "waqina a'zabannar")..

Lagi ada pulak satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.. kalau kita beribadat pada malam tu umpama kita beramal selama 83 tahun lebih kurang..

Hati aku masih tak terkesan dengan offer Allah nih..

Macam tak de apa2.. macam biasa je..

Sedangkan Nabi sendiri begitu bersungguh2 dalam amal pada bulan Ramadhan terutama pada 10 malam terakhir.. sehingga Nabi pesan untuk ikat kain kuat2.. tapi kain aku selalu terlucut..

Hampeh..

Entry ni sebagai muhasabah untuk diri aku..

Azam keluar 10 hari akhir Ramadhan..

Semoga Allah terima dan hantar aku ke mana sahaja..

Join??? (bayan hidayat 11 Sept 2009 @ 9 pagi - masjid Sri Petaling..)


Entri tambahan;

~ semalam pergi masjid Sri Petaling. Ada mesyuarat.. Lepas isyak, tarawih.. sempat rakam 10 rakaat yang awal. Siapa suka boleh dengar. ~

tarawih-malam-13-ramadhan-1430

~lebih baik dengar sambil baca quran kat sini

http://www.myquran.us/quran/browse.aspx?SurahId=589&Page=290

http://www.myquran.us/quran/browse.aspx?SurahId=590&Page=295

http://www.myquran.us/quran/browse.aspx?SurahId=591&Page=305

Friday, August 28, 2009

Pisang Emas Dibawa Belayar

Masak Sesikat Di Atas Peti
Hutang Emas Boleh Dibayar
Hutang Solat, JANGAN Dibawak Mati..



Haa.. buat pe tu? Jangan korek hidung..

Dengar ni.. Satu benda yang aku nak ajak korang pikir bersama.. Kalau kita ada hutang duit dengan seseorang, patut ke kita beri sedekah duit kat seseorang yang lain?

Rasanya tak patut, sebab bayar hutang tu wajib dan beri sedekah tu sunat. Aku pernah dengar cerita Nabi SAW tak sedia nak solatkan jenazah seorang yang ada hutang sehinggalah seorang sahabat yang lain beri jaminan untuk bayar hutang tuh..

Huh.. berat kan?

Dulu pun aku dah tulis pasal benda ni kat sini; http://azharjaafar313.blogspot.com/2008/07/harimau-mati-meninggalkan-belang.html. Sapa suka bole baca..

Cerita pasal hutang lagi..

Kali ni bukan hutang duit tapi hutang solat..

Lagi berat bro.. (bukan beruk). Nak nangis mikirkannya.. Dalam hadis Nabi kata satu solat yang ditinggalkan dengan sengaja, maka orang tu akan diam dalam neraka selama satu hukub. Sahabat tanya apa tu satu hukub? Nabi jawab satu hukub bersamaan dengan 80 tahun akhirat. Sehari akhirat bersamaan dengan seribu tahun dunia..

Patutla dulu BPR nyanyi lagu 'Seribu Tahun Tak kan Mungkin..' (jangan nyanyi.. nanti kurang pahala puasa..)

Sekarang ni musim orang berlumba-lumba membanyakkan ibadah sunat termasuklah solat sunat. Baguskan? Lagipun satu sunat yang dibuat dalam bulan Ramadhan, Allah bagi satu pahala amalan fardhu.. Satu fardhu pulak dapat pahala 70 fardhu.. fuh!

Tapi..

Aku pernah dengar seorang ulama kata, kalau kita habiskan seluruh hidup dengan solat sunat, tak kan ganti satu solat fardhu yang kita pernah tinggalkan! Sebagaimana seorang yang berhutang duit, maka lebih fardhu dan afdhal atasnya mambayar hutang tu dari memberi sedekah, maka tersangatlah terlebih-lebih utamanya seorang yang pernah meninggalkan solat untuk membayar/ganti solat yang pernah ditinggalkan..

Ingat! Satu solat = satu hukub.. Berdebar jantung aku..


Semoga Allah ampunkan aku.. Dulu aku bodo.. (sekarang pun masih belum bijak lagi. Nabi kata orang yang bijak adalah orang yang banyak ingat mati dan buat persiapan untuk mati..)

Ulama tu kata, setengah ulama berpendapat haram solat sunat kalau ada hutang solat fardhu. Walaupun tak semua ulama berpendapat macam tu.. Tapi kira berat jugak lah.

Jadi jalan penyelesaiannya ada 2 cara;

1.kira agak-agak berapa banyak solat yang dah ditinggalkan. Habiskan satu hari, dua hari atau beberapa hari dari pagi sampai malam untuk ganti semua solat tu..

2.andai kata kita tak solat selama 10 tahun, maka dari sekarang hingga 10 tahun akan datang, setiap kali kita solat fardhu, kita iringi dengan satu lagi solat fardhu. Disamping tu jangan lepaskan solat-solat sunat.
Contohnya; lepas solat fardhu zohor, kita solat fardhu zohor sekali lagi. Kemudian kita tambah dengan solat sunat selepas zohor.. Andai kita mati sebelum cukup 10 tahun, sekurangnya kita ada niat dan kesungguhan untuk ganti solat dan mudah-mudahan Allah ampunkan dosa kita..

Dan.. jangan lupa banyakkan taubat dan istighfar. Banyakkan nangis depan Allah. Tak boleh nangis buat-buat nangis..

Doa juga untuk aku yang banyak dosa nih..

Membetulkan Solat

Nasihat Hazratji Maulana Saad DB Alami Markaz Banglawalee Masjid, Nizammuddin. "Adalah penting untuk kita semua memperbetul...